Hujan deras disertai angin dan petir yang menggelegar menemani Arkan saat mengendarai mobilnya dari kantor. Melirik jam digital yang ada di dashboard mobil, sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam. Ada beberapa pekerjaan yang harus dia selesaikan karena tak ingin membawa pekerjaan itu pulang ke rumah. Arkan sengaja tidak makan malam di kantor karena tadi sudah mengatakan pada Melody kalau akan makan malam di rumah lama mereka. Rasa kantuk dan lelah mengalahkan segalanya. Dia tidak mau membuat Melody kecewa karena sudah susah payah menyiapkan makan malam untuknya kalau sampai dia tidak menyempatkan diri untuk sekadar mampir makan malam. Arkan lalu putar balik dan tancap gas untuk mampir sebentar ke rumah lamanya untuk menemui Melody. Saat mobil Arkan sudah mendekati rumah jantungny

