Pagi yang beda dirasakan oleh Arkan hari ini. Dia seperti baru saja terjaga dari tidur panjang. Menganggap yang terjadi selama beberapa bulan terakhir adalah sebuah mimpi buruk. Namun sebuah kenyataan menampar dan mengembalikan kesadarannya saat dia menyadari kalau saat ini tidak berada di kamar pribadinya dengan Melody, melainkan di kamar yang merangkap menjadi ruang kerjanya. Arkan tersenyum getir saat mengingat kembali status hubungannya dengan Melody saat ini. Berusaha tidak terbawa perasaannya, Arkan keluar kamar untuk mandi dan bersiap menuju kantor. Baru saja membuka pintu kamar dia mencium aroma adonan kue memenuhi seisi rumah. Sesuatu yang sudah cukup lama luput dari indra penciumannya. Arkan menyapu pandangannya ke seluruh penjuru rumah dan mendapati Melody sedang berada di dap

