bc

In Your Second Life

book_age12+
16
IKUTI
1K
BACA
reincarnation/transmigration
time-travel
goodgirl
princess
drama
sweet
mystery
genius
another world
first love
like
intro-logo
Uraian

Jika kalian mengira menjadi gadis cantik, baik, berbakat, serta banyak dikagumi adalah sebuah anugrah terbesar dalam hidup maka kalian akan salah besar. Karena hal itu tidak berlaku bagi Nachella Neiderfold Courlage, pemeran utama wanita dalam sebuah naskah film berjudul 'The Secret of Romance and The Darkness'. Dalam novel tersebut di ceritakan jika Nachella mati mengenaskan di tangan sahabat baiknya yang rupanya ingin menggantikan posisinya sebagai calon permaisuri kaisar, Felixious Renzo Eiderlands yang saat ini masih menyandang gelar putra mahkota.

Dan sialnya, Nachira Dyo Almeeira kini harus dengan terpaksa menggantikan posisi Nachella asli. Dirinya yang tanpa sengaja masuk ke dalam cerita yang dia buat sendiri. entah bagaimana cerita, karena yang dia ingat hanya sakit perut sebelum semua matanya tertutup sempurna.

Kini tibalah Nachira menggantikan posisi Nachella. Dirinya yang merupakan gadis modern dari abad 21 berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari 2 malaikat mautnya, Felix dan sahabat ularnya Katterina.

chap-preview
Pratinjau gratis
Perpindahan Jiwa
Deruman serta kepulan asap gelap knalpot kendaraan khas perkotaan menghiasi jalanan yang tampak ramai hari ini. Belum lagi dengan cahaya terang dari panasnya matahari membuat siapa saja yang berada disana ingin segera kembali kerumahnya. Tetapi hal itu tidak berlaku bagi Nachira Dyo Almeeira yang saat ini tengah sibuk berdiri diantara kerumunan manusia yang tengah berteriak histeris lantaran melihat seorang pria yang tengah mengelap keringatnya yang mengalir mulai keluar membahasi wajah sampai lehernya. "OMG, Felix ganteng banget" Ucap salah seorang wanita dari balik kerumunan yang tengah membawa banner besar ditangannya. Nachira membuang napasnya kasar, melihat betapa hebohnya wanita di sekitarnya saat ini. Sebagai kaum wanita, jujur saja ia merasa malu. Bagaimana tidak? Mereka bahkan memakai pakaian heboh dengan make up tebal dan berteriak heboh yang bahkan tidak diperdulikan oleh orang yang mereka teriaki. "Kak Nachira?" Ucap salah seorang kru menghampiri pusat kerumunan. "Saya.. "Saya.. "Saya.. 'Dih ngaku-ngaku. Jangan mimpi!!' Sinis Nachira dalam hati. "Iya saya, apa sudah bisa?" Sahut Nachira pada kru tersebut. "Iya kak, silahkan kebetulan Felix sedang istirahat" Nachira segera maju meninggalkan kerumunan gadis-gadis yang nampak kecewa tercetak diwajahnya. Tangannya memegang gulungan kertas yang terlihat cukup lecek akibat berdesak-desakan tadi. Jika saja bukan karena naskah film yang akan ia ajukan pada Felix si cowok menyebalkan, mana sudi dia berlama-lama disana. Terkena debu, kotoran, bahkan bisa membuat kulit putih bersihnya menjadi gosong. "Kau orangnya!" Ucap Felix pada Nachira yang baru akan duduk disamping kursinya. "Iya. Oke perkenalkan saya Nach.." "Oke, langsung intinya" Potong Felix. 'Anjir nih orang gak ada sopan santunnya banget. Orang aturan tuh dengerin sampe akhir kek. Dasar!' Caci Nachira dalam hati. "Jadi?" Ucap Felix. "Ah, ya maaf. Jadi kaisar yang bernama Felixious itu ..... (Nachira mengelaskan inti dari naskah yang dibuatnya)" jelas Nachella. "Lalu, bagaimana bisa Felix menikah dengan wanita lain, sedangkan pada awal pernikahannya dengan Nachella sudah dijelaskan jika wanita itu tidak mau jika Felix memiliki istri atau bahkan selir? Dan bukankah menikah dengan Nachella juga merupakan pernikahan politik yang diajukan ayahnya yang merupakan kaisar agar Felix kelak mendapat dukungan dari banyak pihak terutama keluarga Courlage?" Tanya Felix panjang lebar. "Ya, memang benar jika Felix dan Nachella menikah karena politik, tapi hal itu berbeda dengan pernikahannya dengan Katterina. Pernikahan Felix dan Katterina merupakan usulan dari para menteri dan hanya pernikahan politik yang kemudian tanpa sengaja membuat Felix benar-benar jatuh cinta dan menjadikannya istri kedua bukan hanya sebatas selir." Jelas Nachira panjang lebar. "Mengapa Felix jatuh cinta pada wanita itu yang bahkan telah membunuh adik laki-lakinya? Cerita ini sungguh tidak masuk akal. Bahkan alurnya saja cukup sulit untuk dicerna. Belum lagi bagaimana bisa pemeran utama wanita menikah lalu 3 bulan kemudian dia mati karena sahabat yang akhirnya menjadi permaisuri negeri itu? Jadi sebenarnya tokoh utama wanita disini itu siapa? Nachella atau Katterina?" "Nachel.. Belum sempat Nachira jawab, Felix dengan cepat bangkit dari duduknya. "Benahi dulu naskah itu! Jika tidak diubah, maka saya tidak akan menjadi pemain bahkan pemeran utama dari film tersebut" ucap Felix, yang kemudian melenggang pergi menghampiri para kru. "Tapi.." "Maaf Kak Nachira, tapi Felix harus kembali syuting. Kembalilah sesuai permintaannya. Saya permisi" ucap salah seorang kru. Mendengar hal itu, Nachira hanya mampu membuang napasnya kasar. Rasanya semua pengorbanan selama berjam-jam lama nya hanya sia-sia saja di mata Felix cowok menyebalkan itu. ⚜⚜ Nachira kembali kerumahnya, menatapi kasur yang kian mendingin bukti bagaimana berantakannya jam tidur yang ia miliki. "Ini semua ulah Leonardo Felix! Gara-gara dia gue susah tidur, tidur pagi bangun pagi. Ya Tuhan! Aku kezal!" Gerutu Nachira sembari memukul gulingnya yang tak berdosa itu. Nachira mendekati meja kerjanya, mendekati laptop yang masih tersambung dengan kabel charger. Tangannya perlahan membuka laptop dan menyalakannya, sebelum akhirnya menaruh kembali laptop ke meja. Pergelangan tangannya ia tekuk ke atas dan kebawah secara bergantian, tidak lupa dengan lehernya ia gerakkan ke kanan kiri layaknya body guard yang siap tempur. Jari tangannya ia gerakkan asal, sebagai bentuk pemanasan sendi. "Okay Nachira, revisi ke 10. SEMANGAT!" Ucapnya dengan lantang dan penuh semangat. Jika kalian bertanya tentang revisi kedua sampai sembilannya kemana, tentu saja jawabannya mereka semua gagal. Entah di tangan sutradara ataupun di tangan Felix, seperti tadi. Cukup atau mungkin terlalu lama Nachira duduk menghadap laptopnya yang tanpa dia sadari kini siang hari telah berganti malam. Bahkan gadis itu lupa jika malam yang dinantinya selama seminggu telah tiba. Meskipun dirinya ini single, namun tak urung membuat jiwa nya ikut meronta ingin dimanjakan layaknya gadis lain yang memiliki pasangan. "Ah, malam minggu. Oke, kita istirahat dan refresh otak dulu" ujarnya sembari memegang kepalanya yang kian berdenyut menahan frustasi dalam otaknya. Tangannya bergerak mematikan laptop sebelum akhirnya mengambil alih ponsel miliknya yang telah dingin dari balik selimut. Cukup lama baginya mengotak-atik benda pipih tersebut, hingga tak lama sebuah alunan musik terdengar menenangkan jiwanya yang tengah ruwet itu. Hingga tanpa sengaja matanya melihat kearah benda bulat yang menggantung rapi di tembok. Matanya membulat sempurna mendapati jam yang kini menunjukkan pukul 4 pagi, yang artinya sebentar lagi cahaya matahari akan terbit dan bahkan ia saja belum sempat tertidur semalaman. "Padahal aku baru nyalain 10 lagu. Tapi ternyata sudah jam segini" ucapnya dengan nada mengeluh. Matanya kembali tertuju pada benda yang tidak ia pedulikan untuk sesaat. Tangannya kembali bergerak lincah diatas keyboard miliknya. Sembari sesekali mengetuk-ngetuk kepalanya agar otaknya kembali berfungsi lagi. Nachira menatap penuh layar di depannya sembari membaca ulang naskah yang dibuatnya. ~Nachella menunduk, melihat darah yang mulai merembes keluar balik baju yang ia kenakan. Matanya menatap nanar sosok wanita yang tengah berdiri di depannya sembari memegang sebuah pedang di tangannya. "Katterina, kenapa? Apa salahku?" Tanya Nachella sembari menahan rasa sakit di perutnya yang kian menyebar ke seluruh tubuhnya. Terdengar tertawa kian menggelegar ditelinga wanita itu yang semakin meringis saat benda yang menghujam perutnya semakin dalam. "Kenapa? Kau bilang kenapa? Dasar bodoh! Kau kira aku akan membiarkan pria setampan dan sekaya Felix menikah denganmu. Yang hanya bermodalkan tampang cantik dan baik mu itu, oops! Bukan baik, tapi bodoh" terang wanita di depannya. "Jadi selama ini kamu hanya ber.. berpura-pura baik?" Tanya Nachella yang kini mulai mengeluarkan darah segar dari mulutnya. "Iya. Hanya wanita bodoh sepertimu yang dengan mudahnya aku bohongi. Bagaimana bisa kau akan menjadi permaisuri Felix jika dirimu saja seperti ini" "Sekarang rasakan ini!" Lanjut Katterina yang mulai menarik pedangnya dan menusuk lagi perut Nachella di tempat yang berbeda. Nachella mengeluarkan darah dari mulutnya lagi, matanya memerah merasakan sakit pada sekujur badannya. ~ "AGH! Sudah cukup!" Teriak Nachira saat membaca sedikit naskah yang dibuatnya. Badannya merinding, membayangkan betapa sakitnya saat benda tipis dan panjang itu menusuk perutnya. Belum lagi dengan hatinya yang kecewa jika mengetahui bahwa sahabatnyalah malaikat kematian yang selama ini telah mengintainya. Tiba-tiba kepalanya terasa sakit setelah memikirkan itu semua. Tangannya terasa kaku, padahal ia masih harus merevisi ending ceritanya yang masih sekitar 3-4 halaman itu. Tapi apa boleh buat tangannya terasa tidak bisa digerakkan yang kini juga diperparah dengan dirinya yang kesulitan bernapas seperti saat dirinya tenggelam 3 tahun yang lalu. "Tenggelam. To..Tolong" ucapnya lemas. Sebelum matanya terpejam sempurna. ⚜⚜ Di lain tempat, di sudut lain istana. Seorang pria parubaya nampak berlari panik meninggalkan sebuah ruangan menghampiri ruangan lain. "Yang Mulia!" Ucapnya tergagap saat sampai disebuah pintu besar yang kini menampakkan seorang pria yang terlihat cukup gagah walau dirinya sedang terduduk sembari membaca buku. Mata pria itu teralihkan melihat pria parubaya yang masih dengan wajah panik yang masih terlihat jelas meskipun ia sudah menundukkan kepalanya. "Ada apa?" Ucap pria itu dingin. "Mohon ampun, Yang Mulia. Tadi saya menemukan Putri Nachella terjatuh ke danau pesona" ucap pria itu memberanikan diri. "APA?" Sentak pria yang dipanggil Yang Mulia itu. Dengan cepat, kakinya berdiri meninggalkan kursi kebesarannya sebelum akhirnya menghilang dari balik pintu. Wajahnya dinginnya kini terasa semakin besar, bahkan aura membunuh dapat dirasakan siapa saja yang dilewatinya. Pikirannya benar-benar tidak karuan, hatinya khawatir bercampur panik memikirkan keselamatan putri satu-satunya. "MINGGIR KALIAN!" Perintah pria itu saat sampai di depan pintu yang dijaga banyak orang. Seketika semua orang melangkah mundur sembari terus menundukkan kepalanya. "Siapa?" Ucap gadis itu. *bersambung.. 1408 kata 10 Sep 2021 Cerita ini murni dan asli karya aku ya. Terinspirasi dari drama china berjudul The Romance Tiger and Rose yang tentu saja sudah banyak yang aku rombak dan revisi. Jika ada persamaan alur, saya mohon maaf. Tapi ini benar-benar saya buat sendiri tanpa meniru dari pihak mana pun. Jika ada salah kata dan tulisan, saya sangat berterimakasih jika para pembaca memberi tahu saya. Terlebih lagi ini adalah cerita pertama saya. Jadi saya berharap banget para pembaca, kakak-kakak sekalian dapat mendukung dan memberikan masukan yang positif terhadap karya saya. Terimakasih. Salam hangat, Rosa?

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Kali kedua

read
221.2K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.1K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.1K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
84.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook