Sebuah Langkah Mempertahankan Hidup

1070 Kata
Nachella tampak termenung di pinggir jendela yang mulai menyambutnya dengan butiran salju bersih yang turun dari langit. Nachella tidak memperdulikan udara dingin yang menyeruak memenuhi ruangannya, tangannya terjulur menggapai butiran-butiran itu hingga sebuah senyum tipis tercetak di wajahnya. Pandangannya teralihkan, saat sebuah ketukan terdengar di telingannya. "Masuklah!" Perintah Nachella yang terdengar seringan lonceng. "Tuan Putri, hamba membawa gaun yang akan Tuan Putri kenakan nanti. Apakah Tuan Putri mau melihatnya" tanya seorang pelayan wanita. Nachella hanya menggeleng pelan. Ia sama sekali tidak punya minat untuk melihat gaun yang akan dikenakannya di acara ulang tahunnya besok. "Taruh saja. Besok saya akan memakainya. Terimakasih dan kau boleh keluar" ucapnya dengan setengah perintah yang langsung di ikuti oleh pelayan tersebut. "Berarti 1 bulan lagi Nachella akan berulang tahun dan itu artinya aku akan bertemu dengan si kamp**t Katterina itu" ucap Nachella tidak sabar. Ia tentu sangat tidak sabar bertemu dengan Katterina. Terlebih lagi dia ingin tahu wajah dan seberapa licik perkataan Katterina hingga mampu membuat Nachella asli dengan mudah ia bodohi. Tangannya kembali mencatat peristiwa lain yang tentu saja akan sangat berpengaruh dalam hidupnya. Apalagi tentang pernikahannya dengan Putra Mahkota Kekaisaran, Felixious Renzo Eiderlands. Dalam cerita "The Secret of Romance and The Darkness" yang dibuatnya. Diceritakan tentang seorang gadis yang tumbuh dari kecil hingga ia tumbuh dewasa bernama Nachella Naiderfold Courlage. Gadis itu begitu cantik, ceria, baik, lugu, bahkan kecerdasannya sudah terkenal ke seluruh antero kekaisaran. Pada awal hidupnya ia begitu dimanjakan dengan keluarganya, diagung-agungkan oleh rakyat yang berada di naungan ayahnya yang merupakan raja sebuah negara yang bernama Negara Froxy. Namun hal itu berubah ketika dirinya mengenal dan jatuh cinta pada Putra Mahkota Kekaisaran yang terkenal dingin dan sulit tersetuh, Felixious Renzo Eiderlands. Kakaknya Leon yang dulu begitu sayang yang perhatian kepadanya seketika menjadi benci padanya. Sebenarnya Leon masih sayang pada adik perempuannya, hanya saja ia sedikit kesal dengan sikap adiknya yang terkesan bodoh. Nachella dengan mudah termakan ucapan orang lain, mudah percaya kepada orang lain, dan bahkan menganggap semua orang itu memiliki sifat baik dan jujur sama seperti dirinya. Hingga akhirnya gadis itu menikah dengan Felix karena dia berhasil menenangkan hati para menteri kekaisaran dan juga berhasil memenangkan hati Felix yang sudah mulai mencair saat berada didekatnya. Namun kebahagiannya itu tidak berlangsung lama, karena setelah 3 bulan di menikah dengan Felix para menteri memberikan usulan untuk Felix menikah kembali dengan Katterinya yang merupakan sahabat Nachella berdasarkan pernikahan politik. Meski awalnya Felix menolak karena janjinya pada Nachella, namun pada akhinya Felix tetap menikah dan menjadikan Katterinya sebagai selir. Pada awal Katterina menjadi selir, ada sedikit kebahagian di hati Nachella saat mengetahui Katterina lah yang akan menjadi selir. Karena dia berpikiran Katterina akan menjadi temannya di istana. Namun pemikirannya salah, Katterina tanpa ampun menghukum siapa saja yang berani membicarakan atau memuji Nachella di depannya. Bahkan hal itu juga berlaku bagi Orlando Federic Eiderlands, yang merupakan adik kandung Felix. Ia harus meregang nyawa di tangan Katterina. Disisi lain, Katterina juga tidak gencar melakukan pendekatan kepada Felix agar pria itu jatuh hati padanya dan dapat membuat dirinya menggantikan Nachella sebagai calon permaisuri negeri itu. Hingga puncaknya, 10 bulan setelah pernikahan Felix dengan Katterina dan Felix kini telah benar-benar jatuh ke tangan Katterina meskipun pria itu tahu dengan betul penyebab kematian adiknya, Namun Felix tetap mencintainya. Setelahnya Katterina dan ayahnya melakukan pemberontakan, menyebabkan banyak korban. Begitupun Nachella yang harus meregang nyawa ditangan mantan sahabat terbaiknya itu. Di akhir hidupnya, dia menatap nanar wajah wanita didepannya dan berharap Felix akan datang menolongnya. Namun harapannya sirna, ketika melihat Felix yang dicintainya menatapnya dingin sebelum akhirnya meninggalkannya sendiri dan menutup mata. Di sudut lain istana, seorang pria terkulai lemas mengetahui apa yang yang baru saja ia lihat. Kekecewaan tercetak jelas dihatinya. Ia menyesal atas tindakannya selama ini, mengabaikan adiknya tanpa memperdulikan perasaan adiknya. Tanpa ia sadari, air mata menyeruak keluar dari matanya. Dia benar-banar menyesal dan merutuki kebodohannya. Dialah Leon, Putra Mahkota Kerajaan Froxy sekaligus kakak pertama Nachella. ⚜⚜ Nachella membuka matanya kembali yang sempat terpejam. Netra birunya menatap lurus ke arah jejeran buku yang nampak bertumpuk di salah satu sudut ruangan. Perlahan ia turun dari tempat tidurnya, menghampiri tempat tersebut, mengambil sebuah buku lumayan tebal lalu berjalan menghampiri sebuah kaca besar di ruang ganti. Matanya menatap lekat sebuah pantulan di cermin itu. Dilihatnya seorang gadis kecil dengan memakai gaun tidur berwarna hijau muda se-mata kaki, surai merah dengan ujung berwarna hitam bergelombang dengan panjang sepinggang, pinggang mungil dan ramping, wajah layaknya sebuah boneka dengan netra berwarna biru sejernih lautan dan seterang bulan, bibir mungil serta tipis yang berwarna merah muda, serta jangan lupakan sepasang lesung pipit di kedua pipinya yang semakin menambah tingkat kemanisan gadis kecil itu bertambah. "Dia terlalu cantik untuk mendapat kesedihan" ucap Nachella yang masih terpaku pada bayangan sendiri. Tangannya mengambil sebuah buku yang sempat di ambilnya dari atas meja, kemudian membukanya perlahan hingga sebuah tulisan besar sebagai judul mulai terlihat disana. *Sebuah Langkah Mempertahankan Hidup* Senyum tipis terukir di bibirnya saat perlahan setiap kata yang tertulis di sana mulai ia baca. Pertama, pertahankan kasih sayang orang di sekitar terutama keluarga. Kedua, hindari pertemuan dengan Felix. Ketiga, menolak perjodohan dengan Felix. Keempat, jatuh cinta dengan orang lain, hindari semua hal yang berkaitan dengan perebutan kekuasaan di kerajaan maupun istana. Kelima, pura-pura bersifat manis di depan musuh alias Katterina. Keenam, pelajari ilmu tata krama, seni bela diri, dan sihir. Ketujuh, apapun situasinya mulailah kumpulkan harta seperti uang kertas, emas dan perhiasan. Kedelapan, semangat. Matanya kian berbinar menatap pantulan dirinya di cermin, penuh harap atas keinginannya. "Semangat, kamu pasti bisa Chella!" Ucapnya penuh semangat diiringi sebuah kepalan tangan yang ia ajukan sejajar dengan wajahnya. Kini matanya beralih pada sebuah tulisan yang berisi para pemain yang pernah di tulisnya dalam naskah "The Secret Of Romance And The Darkness". Namun entah mengapa, rasanya seseorang yang ia lupakan dan ia merasa jika orang tersebut memiliki peran yang tidak kalah pentingnya dengan para pemain lain. "Ah, siapa orang itu?" Gumam Nachella sembari mengetukkan jari telunjuknya tepat di dahinya. Nachella mengernyit beberapa kali, sembaru terus mencoba mengingat nama orang tersebut. Yang ia ingat adalah orang itu adalah seorang wanita. Wanita yang sangat cantik dan baik hati. Usia dirinya dan wanita itu terpaut tidak cukup jauh, hanya sekitar 3 tahunan. Namun lagi-lagi, Nachella tidak dapat mengingat orang tersebut. Nachella meringis pelan saat tanpa sengaja dirinya menarik kencang surai merahnya saat mencoba mengingat nama wanita itu. "Lupakan sajalah, pasti dia akan datang pada waktunya" ucapnya sembari membuang napasnya kasar. *bersambung.. 1065 kata 13 Sep 2021
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN