Beni melanjutkan langkahnya. Dia masih mencari keberadaan sang istri. Baru ketika pria itu memasuki ruang makan dan meletakkan sate ayamnya di atas meja, ia mendengar samar-samar suara seseorang yang sedang membaca Al-quran. Pria itu kemudian melangkahkan kaki untuk mengintip pintu kamarnya yang sedikit terbuka. Ternyata sang istri lah yang sedang membaca Al-quran dengan suara indahnya. Membaca dengan tartil dan tajwid yang tepat. Beni hanya terdiam menatap Bilqis dari ambang pintu. Menunggunya hingga selesai. "Shodaqallahul'adzim." Gadis itu mengakhiri bacaannya. Bibir ranumnya mencium sampul Al-quran. Kemudian meletakkan kitab suci itu ke dalam lemari bagian paling atas. Bilqis melipat mukenanya. Rambut panjangnya diikat ke belakang. Gadis itu sadar dengan kehadiran seseorang. "Mas Be

