"Anu ... Saya hanya menuruti permintaan kedua orang tua saya saja, Mas. Saya ... saya ndak mau mengecewakan mereka jika menolak pernikahan ini," jawab Bilqis takut-takut. "Lu nggak ada niat tersembunyi, kan?" tanya Beni. "Niat tersembunyi bagaimana, Mas Beni?" tanya gadis itu tak mengerti. Menatap wajah suaminya dengan tatapan polos. "Seperti mengincar harta kekayaan keluarga gue," balas laki-laki itu. "Astaghfirullahal'azim. Kenapa Mas Beni menuduh saya seperti itu? Apa karena kemarin saya menerima uang pemberian Mas Beni yang sebesar lima belas juta? Baiklah akan saya kembalikan," ucap Bilqis sembari beranjak dari duduknya. Beni menahan lengan sang istri. "Kalau memang tidak. Ya sudah. Uang itu memang sudah menjadi hak elu. Lu nggak perlu ngembaliin uang itu. Gue cuma mau mastiin aj

