Beni menoleh menatap sang istri yang terbangun. Padahal ia sudah pelan-pelan. Pria itu kemudian duduk dan menarik selimut untuk menutupi kakinya. "Iya." "Sudah jam setengah sebelas, ya? Mas Beni sudah makan?" tanya Bilqis ikut duduk. Beni memandang gadis cantik berambut panjang yang tengah mengucek kedua matanya. "Sudah," jawab Beni datar. "Oh. Ya sudah kalau udah." Bilqis hendak berbaring kembali. Kemudian ia teringat dengan pesan ayah mertuanya. "Mas Beni. Tadi siang Papah sama Mamahnya Mas Beni datang ke sini," ujar Bilqis. Beni tampak terkejut mendengarnya. Pria itu kemudian menatap wajah sang istri. "Tadi Mamah sudah menghubungi Mas Beni tapi ndak diangkat," imbuh gadis itu. "Terus lu bilang apa ke mereka?" tanya Beni. Pria itu mengecek ponselnya. Benar saja, ada lima panggila

