"Lihatlah istrimu! Dia sangat berbakti pada kedua orang tuanya, bahkan pada mertuanya. Kau seharusnya belajar dari dia. Kau juga harus belajar tanggung jawab seperti Ardan!" tegas Bagas penuh dengan penekanan. Beni kesal mendengar ucapan sang ayah yang selalu membanding-bandingkannya dengan sang kakak. Kali ini pun ia dibanding-bandingkan dengan istrinya. "Kenapa sih Papah selalu membanding-bandingkan aku dengan Mas Ardan?" sungut Beni. "Karena kau nggak pernah berubah! Seharusnya kau malu dengan usiamu itu! Dewasalah!" gertak Bagaskara. "Sabar, Pah. Sabar. Ada Bilqis, Pah. Malu," ucap Lina mencoba menenangkan suaminya. "Biar Bilqis tahu bagaimana sikap suaminya yang sebenarnya! Biar anak ini tahu malu!" hardik Bagas lagi. Saat itu juga Bilqis sudah berdiri di dekat pintu. Gadis itu i

