"Lu juga istirahat. Udah malem," ujar Beni membalas tatapan lembut sang istri. Beni beranjak dari duduknya. Laki-laki itu membuka lemari pakaiannya. Ia ingat masih ada beberapa potong pakaian miliknya. Ia raih kaos pendek berwarna hitam dan celana training panjang. Lalu menyerahkannya pada sang istri. "Nih. Lu ganti baju dulu. Nggak nyaman kan kalau tidur pakai gamis?" tanya pria itu. Bilqis menerima kaos dan celana training itu. Kini ia bingung. Jika ia berganti pakaian ke bawah, maka kedua mertuanya akan tahu jika dirinya baru saja menangis. Gadis itu tak ingin mereka salah paham dan akan menyalahkan suaminya. Beni yang sadar dengan kegusaran sang istri. Pria itu pun menghela napasnya. "Lu ganti aja dulu. Gue nggak akan lihat. Kalau udah, bilang," ujarnya sembari memutar tubuh membel

