Beni melajukan motornya. Menjauhi rumah lamanya. Sebenarnya ia enggan menerima tawaran dari sang ayah. Namun, ia tak bisa menolak saran sang istri. Terlebih lagi tabungannya memang sudah menipis. Akan tetapi ia tak mau mengakuinya di depan Bilqis. Sebelum pulang, Beni sengaja mengajak sang istri berkeliling kota. Melewati rute yang lebih jauh dari sebelumnya. Ia ingin melepaskan sedikit penatnya. "Kita kok lewat sini, Mas?" tanya Bilqis. "Sengaja emang. Gue mau ajak lu keliling kota dulu sebelum pulang," balas Beni santai. "Apa Mas Beni marah pada saya?" tanya Bilqis lagi. "Gue nggak marah. Kalau gue marah, lu udah gue turunin di perempatan lampu merah tadi," ujar Beni. "Jangan, Mas. Nanti saya ndak bisa pulang. Saya kan lupa ndak bawa uang," balas Bilqis polos. Mendengar ucapan san

