18. Keberanian Bilqis

1013 Kata

"Oh iya. Kabar Ibuk sama Bapak bagaimana?" Bilqis menatap kedua adiknya. "Alhamdulillah sehat, Mbak." Fariz tersenyum membalas pertanyaan sang kakak. "Alhamdulillah. Nanti kalau pulang nitip salam ya buat Bapak sama Ibuk. Oh iya. Kalian sudah makan belum? Mbak masak opor ayam, lho," tawar Bilqis. "Opor?" Annisa bertanya dengan antusias. Bilqis mengangguk mengiyakan. "Mau, Mbak!" seru gadis kecil itu bersemangat. Bilqis sangat senang dengan kehadiran kedua adiknya. Mereka pun menyantap masakan lezat sang kakak dengan lahap. Setelah selesai, mereka kembali duduk pada sofa di ruang makan sekaligus ruang televisi. "Mbak. Aku mau tanya. Mas Beni gimana orangnya?" tanya Fariz. "Maksud kamu? Gimana, gimana?" tanya Bilqis tak mengerti. "Maksudku dia jahatin Mbak apa nggak? Secara kalian ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN