19. Desiran Aneh

1006 Kata

"Mas Beni. Ayo kita ke rumah sakit!" ajak Bilqis sembari memapah suaminya. "Nggak usah. Kita pulang aja!" tolak Beni. "Mbak, Mas! Kalian nggak papa?" tanya Fariz mendekati Beni dan Bilqis. "Fariz? Annisa?" gumam Beni menatap kedua adik iparnya. "Permisi. Beni. Lu yang melawan mereka bertiga?" tanya seorang polisi. Beni menatap pria berseragam itu. "Sebenarnya gue nggak ngelawan. Gue dikeroyok," jawab Beni. "Iya, Ben. Tapi intinya lu udah bantu kita nangkep kelompok pencuri motor ini. Mbaknya juga berani melawan mereka. Sekarang kalian ikut kita buat memberi kesaksian," ucap polisi itu yang merupakan kenalan Beni. "Oke." "Fariz, Nisa, kalian pulang dulu, ya? Dan tolong jangan ceritakan hal ini sama Bapak dan Ibuk," pinta Bilqis. "Tapi, Mbak ...." "Ndak papa, Riz. Di sini kan sudah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN