Setelah beberapa puluh menit lamanya, Bilqis sudah memiliki ponsel baru yang benar-benar baru. Langsung dari tokonya. Gadis itu tak mampu menutupi rasa senangnya. Selama perjalanan pulang pun ia terus tersenyum. Kedua tangannya pun memeluk erat suaminya. mencium aroma rokok dan tubuh Beni yang sudah terbiasa pada indera penciumannya. Akhirnya setelah sekian lama, keinginannya untuk memiliki ponsel sendiri dapat terwujud. Itu pun berkat Beni yang menawarinya, jika tidak, maka ia tidak akan berani meminta. Bilqis merasa beruntung menerima lamaran dari Bagaskara. Meski suaminya berpenampilan sangar, namun pria itu kini mulai perhatian padanya. "Makasih banyak, ya, Mas Beni," ucap Bilqis untuk ke sekalian kalinya setelah mereka sudah tiba di rumah. "Iya. Udah nggak usah terima kasih melulu,

