22. Permintaan Beni

1037 Kata

Malam pun tiba. Keduanya kembali tidur di dalam kamar yang sama dengan sebuah bantal guling yang setia menjadi pembatas di antara kedua insan itu. Bilqis pun mulai membiasakan diri untuk tak berbicara formal lagi pada suaminya. Meski ia tetap harus hormat pada pria itu. Gadis itu kini tengah duduk di depan meja rias. Ia sedang menyisir rambutnya yang panjang. Beni pun tak melepaskan pandangannya. Melihat rambut hitam panjang indah itu terurai, ditambah dengan wajah ayu gadis itu, membuatnya terpana. Lama-lama ia pun mulai sebal dengan bantal guling yang selalu berada di tengah ranjang. Padahal dia sendiri yang meletakkannya. Beni tetap terdiam saat sang istri mulai ikut naik ke atas kasur. Gadis itu kini mengenakan piyama satin berwarna merah muda pemberian Lina. Tak munafik, Beni yang m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN