23. Menjaga Jarak

1093 Kata

Subuh kembali menyapa langit kota Adipura Kencana dan sekitarnya. Embun pada dedaunan hijau pun masih menghiasi dengan segar. Udara yang lembab begitu terasa di pagi yang masih sedikit gelap itu. Dua orang yang tidur di atas ranjang besar mulai menggeliat secara bersamaan. Sang wanita membuka kedua matanya terlebih dahulu lalu membangunkan sang pria yang masih enggan. “Mas. Bangun. Udah subuh,” ujar Bilqis sembari menyentuh tangan sang suami. Gadis itu merasakan otot-otot kekar yang tersembunyi di balik selimut tebal itu. Dadanya tiba-tiba berdesir. Mengingat akan kejadian malam tadi yang membuatnya kembali tersipu. Kedua pipinya kini mulai memanas. “Hm,” balas Beni yang masih memejamkan kedua matanya. Sebenarnya pria itu sudah terbangun saat mendengar pergerakan di belakang punggungn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN