24. Mulai Bekerja

1132 Kata

Suara ketukan itu berhenti saat Bagaskara mempersilakan masuk. Kini muncullah Ardan, kakak kandung Beni sekaligus anak emas sang ayah. Beni benar-benar tak suka dengan kakaknya itu. Karena semua yang dia capai telah membuatnya tertekan. “Pah. Papah memanggilku?” tanya Ardan sembari menutup kembali pintu di belakangnya. “Ya, Ardan. Duduklah. Kau juga duduk!” ucap Bagas bergantian pada kedua putranya. Tentunya nada yang dia ucapkan berbeda antara Ardan dan Beni. Kedua anak laki-lakinya kini duduk berdampingan. Beni masih saja memasang wajah keras karena kesal disandingkan dengan sang kakak dan harus duduk dalam satu ruangan yang sama. "Ardan, aku memintamu untuk mengajari adikmu ini! Buat dia paham dengan pekerjaannya!" perintah Bagas yang terdengar tegas. "Baik, Pah," balas Ardan denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN