Kekesalan Bagas di ujung tanduk, sudah lama ditahannya dua hari berturut-turut karena Chindai tak tampak batang hidungnya. Demi Tuhan, ini baru dua bulan pertama semester ganjil, dan Chindai disibukkan lomba. Namun, sekarang pertama kalinya Bagas tidak tahu-menahu. Bagas melangkah tergopoh-gopoh ke ruang musik dan membuka pintu dengan tenaga penuh. Ia yang tidak memikirkan apa-apa lagi selain mencari keberadaan Chindai, lantas berteriak lantang, “Inai gue ke mana?” Semua orang menoleh, menangkap deru napas tak beraturan Bagas. Setelah kelas dua belas, senior angkatan empat belas jarang kumpul. Jadi, dikatakan cuci mata bagi anggota perempuan melihat Bagas. Tak sedikit juga mengaku mengikuti ekstrakurikuler musik karena laki-laki itu. Namun, sayang seribu kali sayang. Kunci hati Bagas te

