74. | One Only

1231 Kata

Chindai yang sepanjang perjalanan termenung dan memikirkan perkataan Bagas, mulai tidak bisa menutupi raut bahagianya memandang gedung putih di depan sana. Terlalu sering datang membuat Chindai hapal luar biasa. Ia menoleh ke spion, Bagas menatapnya dengan senyuman menenangkan. “Kenapa bawa aku ke sini?” “Nurutin kemauan kamu.” “Kata—” “Turun, gih. Bentar lagi hujan.” Bagas menurunkan tunjang motor, serta melepaskan pelindung kepalanya dan Chindai yang berkaca-kaca. “Lho, kenapa nangis?” “Hari Minggu kemaren aku udah beli tiga, berarti kesempatanku tinggal satu novel.” Setelah merapikan helai rambut Chindai yang agak berantakan, Bagas meletakkan jari-jarinya di kedua pundak gadis itu. “Aku bilang bulan depan. Artinya, sekarang kamu masih bebas beli berapa aja.” “Tapi, Kak—” “Kalo u

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN