73. | 10,000 Hours

1532 Kata

“Bagus model mana?” Chindai memperhatikan satu per satu gambar di pegangannya. Jam menunjukkan pukul empat sore, Chindai sedang menemani Bagas potong rambut sepulang sekolah di barbershop langganan—sesuai janji—dan dirinya bertugas memilihkan yang cocok. Namun, Chindai tidak menemukan seperti minatnya. Jadi, sambil menunggu giliran, Bagas menyerahkan keputusan pada Chindai. Ini pertama kalinya ia ditemani gadis itu sebab kesempatannya memungkinan. Akan tetapi, Bagas mendesah melihat Chindai bergeming lesu. “Inai, kenapa diam?” “Kakak potong botak aja gimana?” “Jangan gila, Inai. Seumur-umur aku gak pernah botak,” ujar Bagas bergidik ngeri, terkejut bukan main. Benar-benar pikiran Chindai tidak bisa ditebak. “Kamu suruh aku gitu atas dasar apa?” “Biar limited edition. Bagus, kok.” “Nd

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN