Ada resah saat melihat senyummu. Namun, apa hanya sementara?Ada gelisah ketika menggenggam, rasanya kenapa ingin terlepas?Ada cerita kita yang tiap barisnya kunikmati. Akan tetapi, mengapa seolah akan berakhir?Jawabannya ... tidak.Selamanya senyum akan diukir bersama, bahkan tawa. Sejauh mungkin jemari bertaut bersamaan iringan langkah kaki. Jika pun akan menemukan kemunca, pastikan kisah berakhir dengan rajutan kebahagiaan. *** “Ekstrakurikuler musik angkatan enam belas nambah tiga. Jadi, total empat puluh tiga.” Chindai menyodorkan botol mineral sambil tak bosan memandang Bagas yang berkeringat. Ia sedang menunggu laki-laki itu latihan basket untuk persiapan class meeting dengan anak-anak kelasnya. “Terima kasih, Inai. Tunggu, ya, sebentar lagi aku selesai.” Bagas mengusap lembut punc

