58. | Lintar Wardana

1390 Kata

Seseorang yang berjalan di samping Pak Adi itu membuat Chindai terlonjak. Entah sejak kapan mata berwana hitam terang Lintar menemukannya di tengah-tengah hilir mudik anggota ekstrakurikuler musik. Chindai mengedarkan netra, mencari seseorang yang diharapkan. Lintar … mantan ketua jurnalis? Seketika banyak teka-teki mampir di pikiran Chindai, mengingat kehadiran Lintar di kejadian tempo hari. “Mohon perhatiannya. Sebagian dari kalian pasti sudah tahu, tetapi apa salahnya kenalan lagi agar lebih terjadi chemistry. Dia baru sempat hadir karena kemarin-kemarin lagi sibuk. Silakan, Nak, menyapa semua.” Chindai termasuk malas berinteraksi dengan orang baru, makanya memperhatikan Lintar—yang dari aura saja sudah membikin tidak nyaman—dirinya langsung enggan. Pun ia tidak suka cara laki-laki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN