Fattah mengakhiri sesi kumpul di rumah Bagas untuk pertama kali, begitu pun bagi Chindai. Bagas yang membuat taktik diam-diam—setelah mendapat persetujuan susah payah dari Rio—guna mengabulkan permintaan Adel, adiknya, sehingga ia terbebas latihan hari ini. Saat ini jam menunjukkan pukul lima sore, Chindai dan Chelsea memutuskan mampir terlebih dulu di kediaman Marsha yang kebetulan terletak tak terlalu jauh. Berjalan kaki sekalian menikmati angin sepoi-sepoi, mereka tak mau merepotkan Rio, apalagi laki-laki itu masih memberi petuah pada Fattah. Bagas saja tidak tahu kepulangan Chindai dan rombongannya. “Waktu latihan, lo ke mana, Ndai?” Marsha mengerutkan kening begitu sahabat yang ditanya cengar-cengir tak karuan. “Gue di kamar adeknya Kak Bagas,” jelas Chindai hati-hati. “Dia urus i

