Genta sudah berbunyi; melaungkan kisah kita yang akhirnya bertepi. Begitu banyak ketaksaan yang mencoba menenggelamkan asa di lampau. Ombak besar dengan tenangnya membuat kita sama-sama ambau ke dalamnya. Pernah, kau terus candala tanpa sebab, dan perasaanku perlahan penat. Kini, percayalah. Kebahagiaanmu telah menjadi kebahagiaanku. *** Lintar Wardana | Malam, cantik. Gloria Pandanayu Chindai Ya. | Lintar Wardana | Edelweis dan mawar aja kalah cantik. Pesan un-faedah beruntun tersebut membuang waktu dan kuota jika diladeni. Chindai masih ingat wajah menyebalkan Lintar yang meluruskan Michelle untuk memojokkannya, serta kalimat penawaran menjijikkan yang dijanjikannya. Omong-omong tentang Lintar yang mengantongi nomornya, Chindai tak tahu. Tidak juga menanyakan sang empu, takut

