“Ekstrakurikuler musik SMA Rajawali dan SMA Garuda … sukses!” Tepuk tangan meriah penambah semangat mengiringi semua anggota mengambil posisi sesuai ketentuan. Chindai dengan violin-nya berdiri di samping kanan Bagas yang menyentuh tuts piano. Mereka beradu pandang, sukar berekspresi dan mengeluarkan sepatah kata. Hening beberapa saat sebab seluruhnya sibuk berbenah dan saling memberi saran. Hanya saja, baik Bagas maupun Chindai tampaknya menganggap dunia hanya milik berdua. Satu pun tidak ada yang berpaling, alih-alih saling tersenyum tipis nan malu-malu. Setelah semua yang dihadapi akhir-akhir ini, keduanya sampai di detik sekarang Adapun Lintar tegak di pinggir panggung dan memandu kegiatan. Yang disyukuri Bagas lahir batin, rival terbarunya itu hanya mengawasi alias tidak ikut and

