Chindai berdiri anggun di tengah kericuhan belakang panggung. Gaun bewarna biru dongker yang dulu dicoba kembali melekat indah di tubuhnya, serta tatanan rambut curly menambah kesan memukau untuk dipandang. Chindai memperhatikan gerak-gerik rombongannya yang bersiap-siap dan tampak gugup sekali. “Cantik banget, sih, tetangga sekaligus adek gue satu ini.” Chindai menoleh, senyumnya melebar melihat Rio. Keduanya berpelukan, saling menyalurkan kehangatan beberapa saat. Tentu Chindai bahagia atas pencapaian kakak angkatnya. “Cie, alumni. Selamat, Kak. Semoga masuk di universitas yang diinginkan, cepat kerja biar gue malak lo setiap gajian.” Rio terkekeh sambil mencubit pelan pipi Chindai. “Untung sayang. Jangan nakal-nakal pas gue enggak lagi di SMA Rajawali, ya. Ingat, ada Bagas yang menga

