Anggota ekstrakurikuler musik berkumpul di ruangan besar yang disediakan hotel bintang lima, tempat di mana acara perpisahan kelas dua belas terselenggara. Semua bergotong royong merapikan alat musik yang diangkut dari SMA Rajawali dan SMA Garuda demi penampilan terbaik orkes simfoni serta band. “Sekretaris, nanti presensi anggota.” Fattah memerintah Chindai, juga menunjuk Ify selanjutnya. “Lo jangan lupa bantu, Bendahara.” “Siap, ketua!” Kedua anak buah Fattah itu mengangguk bersamaan. “Lo dicari anak band angkatan Kak Rio di backstage,” sambung Chindai. “Oke!” Fattah berlalu sehabis mengacungkan ibu jarinya. “Ndai, Kak Michelle enggak ada kabar sudah beberapa kali pertemuan,” tutur Ify mengeja barisan buku kehadiran yang tidak tercentang satu pun, padahal seharusnya merupakan tugas C

