Masih subuh sekali Bagas sudah nangkring di ruangan OSIS, bahkan salat subuh berjamaah di sekolah. Ia dari toilet sebelumnya dan kembali sebab rapat dilanjut. Bagas memungut ponsel yang menampakkan room chat kontak Chindai, lantas senyum laki-laki itu merekah menghilangkan kekesalan sebab gagal berangkat sekolah bareng. Bagas, Fattah, dan Rio didapuk perwakilan ekstrakurikuler musik guna membahas persiapan final acara perpisahan kelas dua belas. Bagas pula yang menyarankan Rio agar tidak mengikutsertakan Chindai dengan alasan kasihan pergi sepagi ini. Bucin …, tak masalah dan memang benar adanya. Saat ini, Bagas masih asyik berkirim pesan bersama Chindai selagi gadis itu lagi di perjalanan pergi sekolah. Rencana awal, ia ingin menjemput, tetapi tanggung jawab yang menggagalkannya. Adapun

