bagian 33

1168 Kata

Kayla tidur membelakangi Satria, hal itu membuat Satria bingung, tidak biasanya Kayla bersikap seperti ini. semenjak kejadian tiga hari lalu, Kayla berubah jadi murung, dan tak banyak berbicara seperti biasanya. Satria mencoba menghibur Kayla, namun tak ada satupun cara yang berhasil. Pemuda itu mendekat ke Kayla, dan memeluk tubuh perempun itu, dan akhirnya terdengar isakkan tangis Kayla, membuat Satria panic, ia membalikan tubuh Kayla agar berhadapan dengannya. Terlihat wajah Kayla yang sembab, Satria mengusap air mata yang mengalir dari pelupuk mata perempuan itu. Melihatnya menangis, Satria ikut sakit. “Its ok, Mbak. Menangis lah hingga lega, aku selalu ada buat kamu,” kata Satria dengan nada lembut. Kayla semakin menangis, seakan tak bisa membendung semua kesedihan yang ia rasak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN