Kayla sedang terduduk di lantai. Tiba-tiba Alfa mendobrak pintu itu. Alfa melihat Kayla yang tampak sangat kacau, hatinya mencelos begitu saja. Ia memeluk Kayla begitu erat, menenangkan perempuan itu. Namun, Kayla menolak Alfa, dan menyuruh Pemuda itu untuk keluar. Tapi, Alfa tak sedikitpun menuruti keinginan Kayla. "Maaf, Kay. Maaf sayang," ucap Alfa dengan nada bergetar. Kayla malah memukul tubuh Alfa, dan menjerit. "Gue benci! benci banget sama lu. Kenapa lu gak ngasih gue kesempatan buat bahagia? Kenapa selalu buat gue merasa seperti sampah yang gak berguna? why?" Kayla bersandar pada dinding, dan menangis lagi. ia benar-benar merasa sakit, kecewa, campur aduk rasanya. Alfa mendekati Kayla, dan berjongkok di depannya, sambil membelai wajah perempuan itu, dan berkata,"Aku gak ber

