Kalut, dan galau ... adalah gambaran perasaan Satria saat ini. pikirannya selalu terfokuskan dengan Kayla. Ia juga merasa bersalah, karena sudah mengucapkan kata-kata itu ke Kayla. Sampai-sampai ia tak bisa tidur. Pemuda itu menatap Arzan yang terlelap, dan ia semakin meras bersalah. "Maafin Papoy ya, Nak. Udah pisahin kamu sama Mamoy," ujar Satria kemudian ia mengecup kening bayi itu. Ia sangat menyayangi Arzan, seperti ia menyayangi Kayla. Mereka berdua adalah manusia yang berarti untuk hidupnya. Tok tok tok Suara pintu mengejutkan Satria. Ia membuka pintu, ternyata yang datang adalah Ibu, dan Ayah Satria. "Le, itu kamu dicariin sama orang," kata Patmi, Ibu Satria. "Siapa, Buk?" "Enggak tahu. Coba kamu cek aja sendiri. Arzan biar Ibuk sama Bapak yang jagain," kata Bu Patmi. Sat

