Seperti hilang semangat, perempuan cantik bernama Kayla. Bibirnya memucat, dan mata yang menghitam. Mati segan, hidup tak mau, begitulah gambaran kondisi Kayla saat ini. Kayla benar-benar tak ada semangat. Pertemuan dengan Alfa kemarin cukup menganggu mentalnya. Luka yang belum sepenuhnya menutup, kini mengangga kembali. “Mbak, udah ya. Jangan nangis terus,” kata Satria berusaha menghibur Kayla. “Iya, Kay. Gue yakin lu kuat. Gue janji deh, kalau malam minggu gue dapat arisan, gue bakal traktir lu mi ayam,” hibur Fitri. “Apa dia sengaja buat gue kaya gini, Fit?” tanya Kayla. “Dia sengaja bikin gue sakit lagi, dengan cara bawa perempuan lain di hadapan gue. Setelah sekian lama enyah dari hidup gue.” “Dan … jangan-jangan. Dia laki-laki yang waktu itu gue tabrak di rumah sakit?” Kayla ter

