Kejadian lalu membuat dirinya trauma, kepercayaan yang selalu dihancurkan terus menerus. Berhasil membuatnya sulit untuk mempercayai seseorang. Pada siapa ia harus mengadu? Pada siapa ia harus berharap? Hanya Tuhan yang maha kuasa, yang ia percaya. Dua minggu sudah, ia menjalankan hari-harinya tanpa semangat. Masih ingin menangis, ketika mengingat bahwa Alfa sudah bahagia dengan wanita lain. Namun, ia mencoba sekuat tenaga agar melupakan masalah itu. Namun, jiak memaafkan mereka yang jahat, sepertinya masih sulit, Kayla masih sakit hati dan kecewa. Dia ingin terlihat baik-baik saja. Meskipun hati dan jiwanya rapuh. Ia merasa begitu bodoh, memilih laki-laki Yang ia kira akan membawa ke gerbang kebahagiaan, justru malah membawanya tersesat ke gubuk derita. Kayla tidak tahu, apakah ia b

