7. Sangat gila

850 Kata
Jack mulai memusatkan ular bermata satu miliknya ke dalam lembah hutan yang sudah lembab dan mungkin sudah banjir. Jack senang karena tubuh Helena merespon setiap sentuhannya. Meskipun Helena sendiri menolak dengan tegas. Jack sudah menggesekkan ularnya dengan liang hangat milik Helena yang sudah basah, agar mudah beradaptasi. Perlahan demi perlahan Jack mulai memasukkan benda tumpul yang besar itu menerobos paksa ke dalam liang hangat sang istri. “Arrghh!” jerit Helena saat benda tumpul yang besar itu memaksa masuk ke dalam inti tubuhnya di bawah sana. Jujur saja, ia masih merasa takut setelah tragedi malam itu. “Sa-sakit,” ucap Helena dengan lirih sambil menangis dan mencoba untuk mendorong tubuh Jack yang berada di atasnya. Jack tak menanggapi, dan mendiamkan ularnya di dalam sana. Setelah terasa mulai tenang, akhirnya pria itu mulai menggoyangkan pinggulnya dan menghentakkan dengan sangat keras dan intens. Helena menjerit saat Jack mulai menggila bagai singa yang kelaparan dan kini tengah memangsa tubuhnya. Hati Helena begitu sakit, apalagi tubuhnya terasa terkoyak. Harga dirinya sudah runtuh. Bahkan, mungkin saja ia tidak akan punya keberanian jika bertemu dengan siapapun, karena ia sudah ternoda oleh pria yang sudah mempersunting dirinya secara paksa. Bosnya sendiri. "Tetap layani aku dan berhentilah dari kantor. Aku akan menjamin keselamatan adikmu, jika kau mematuhi ku!" "Haruskah?" Tanya Helena disela gerakannya. Meskipun ia tahu bahwa Jack tidak sedang bertanya, melainkan memberikan perintah. Desahan dan erangan pun memenuhi langit-langit kamar tersebut. Jack yang sangat b*******h saat menikmati tubuh wanita yang ia inginkan, hingga menginginkannya lagi dan lagi. “Lep-as. Ahhss!” Helena berusaha mendorong tubuh Jack yang semakin kuat memacu tubuhnya, hingga ia tidak tahan menuju puncaknya. “Kita keluarkan bersama sayang.” Jack semakin mempercepat gerakan pinggulnya. Ahss! Akhirnya Jack mengeluarkan ‘BISA’ ular cobra bermata satu miliknya tepat di dalam goa milik Helena. Tanpa merasa bersalah sedikit pun, ular tersebut telah membanjiri wilayah hutan belantara dengan mengobrak-abrik isinya. Jack yang sudah terkulai lemas, langsung menjatuhkan tubuhnya tepat diatas tubuh sang istri, dan menenggelamkan wajahnya di sela-sela bukit himalaya. Terasa hangat dan kenyal. Jack masih bisa mencium aroma tubuh Helena yang masih harum. Sedangkan, ular cobra bermata satu miliknya masih tak bergeming di dalam goa, dan berusaha menghalangi cairan ‘BISA’ agar tidak keluar dengan sia-sia. Tak lama kemudian, ia menarik ular cobra miliknya yang sudah lemas tak berdaya. Helena sudah tak ada tenaga karena kelelahan setelah dimangsa oleh suaminya sendiri. Wanita itu sudah mulai terlelap, tapi Jack malah mulai melumat bibirnya dengan rakus, hingga Helena kembali melenguh. “Aku lelah,” ucap Helena dengan lirih tanpa membuka matanya sedikit pun. Ia benar-benar sangat lelah. Jack yang melihat istrinya sudah tidur, akhirnya bangkit dan segera membersihkan dirinya sebelum ikut bergabung menyelami alam mimpinya. Hanya butuh beberapa menit saja, Jack sudah selesai mandi, dan ikut merebahkan dirinya di samping sang istri. Malam sudah semakin larut, tapi seorang wanita malah terbangun saat mulai merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Ia meringis sambil menautkan kedua alisnya. Tubuhnya terasa berat, karena sesuatu tengah menindih tubuhnya. Helena melenguh saat setengah tubuh Jack menimpa tubuhnya. Pria itu seolah takut ditinggalkan, hingga menindih tubuh sang istri. “Ahss!” ringis Helena seraya mendorong tubuh Jack secara perlahan, agar tidak mengusik tidurnya. ‘Pria brengsekk ini benar-benar telah merusak hidupku. Bagaimana pun caranya, aku harus pergi dari sini. Aku tidak sudi jika harus menjadi istri pria iblis seperti dirinya,’ batin Helena sambil terus menyingkirkan Jack dari tubuhnya. Tubuh mereka yang tidak mengenakan pakaian sehelai pun terasa sangat lengket. “Jangan coba-coba melarikan dariku,” bisik Jack tepat di telinga sang istri. Helena mematung saat mendengar suara Jack. Ternyata pria itu tidak tidur, atau mungkin sudah terusik karena pergerakan tubuhnya. “A-ak mohon lepaskan aku,” pinta Helena dengan lirih. Ia tak kuasa untuk menahan air matanya yang ingin mengalir terus menerus tanpa henti. “Tidurlah, atau aku akan melakukannya lagi,” ancam Jack dengan nada tegas, hingga membuat Helena terdiam, tapi tidak bisa menahan lelehan bening di pelupuk matanya. Helena menggigit bibir bawahnya dan mencoba menahan isak tangis yang hampir pecah. Saat ini, ia hanya ingin keluar dari tempat asing yang ia tinggali saat ini. Ia juga hanya ingin melihat keadaan Juan, kekasihnya. Lalu, bagaimana dengan nasib pernikahannya bersama pria yang sangat ia cintai, jika ia saja malah menikah dengan pria asing. “Ak mohon turun dari tubuh ku. Aku sesak napas,” pinta Helena dengan memohon. Sungguh! Tubuhnya terasa remuk redam dan tulangnya terasa mau rontok semua. “Apa kau akan lari jika aku melepaskan mu?” tanya Jack dengan bodohnya, tanpa bergeming sedikit pun dari atas tubuh Helena. “Apa kau berpikir jika aku akan melarikan diri dengan keadaan seperti ini. Gila!” cibir Helena yang sudah tidak tahan dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya. "Kenapa kau selalu memujiku? Apa kau baru tau kalau aku gila?" Setelah mendengar penuturan dari sang istri, akhirnya Jack merebahkan tubuh polosnya di samping Helena, tanpa melepaskan dekapannya. Wanita itu hanya memejamkan matanya dengan geram karena tidak bisa lepas dari Jack. Helena harus menahan segala amarahnya saat ini. Ia sudah sangat lelah menghadapi sosok pria kejam seperti Jack. Bahkan, ia sudah tidak mampu hanya untuk sekedar mengeluarkan suaranya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN