Ceritanya, Tambahan Dimas-Shenna (2)

1802 Kata

Range Rover sudah terpakir sempurna.  Sang empu mematikan mesin, lalu tetiba tertawa kecil. Sebetulnya ini konyol, ia tahu. Namun, mungkin hanya Tuhan yang bisa paham dengan segala gejolak di d**a. Bahwa ia, sekarang, tak akan lagi menemukan senyum ceria mama ketika menyambut tetapi diiringi kilat sendu di mata. Sebab, kini, ia sudah mendapatkan kebahagiaan yang orang-orang gemborkan. Menikah memang semembahagiakan itu. Dan, ia baru bisa mengangguk setuju pada mereka yang berjuang sepenuh hati untuk meperoleh hak atas perempuan idaman. Tak ingin membuang waktu lebih lama, laki-laki itu membuka pintu mobil dan bergegas memasuki rumah dengan langkah yang lebar. Sesekali, ditatapnya jari kanan, tempat benda kecil melingkar. Benda yang mempunyai makna seumur hidup. Kesetiaan. Cinta sejati.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN