Rumah megah, dengan berbagai fasilitas mewah di dalamnya membuat mulut Anulika sedikit terbuka. Hidup di dalam keluarga dengan kondisi ekonomi menengah, membuatnya tidak terlalu kampungan melihat isi rumah Livia, tetapi tetap saja ia tidak bisa berhenti mengaguminya. Sopir yang disuruh Ashraf menjemput Anulika, meletakkan barang bawaan gadis itu di depan muka pintu rumah. Tidak banyak yang ia bawa, hanya satu koper kecil pakaian dan sepasang boneka teddy bear yang berada dalam pelukan Anulika. Seorang pelayan, mengambil alih tugas sopir, untuk membawakan koper Anulika ke dalam kamar dan membereskan isinya. Sementara itu ia dan Livia masuk menuju ke ruang makan. Di atas meja telah terhidang bermacam jenis buah lengkap dengan saus kacang, teh chamomile yang baru-baru ini di sukai Anulika s

