Sebuah Rencana

1484 Kata

"Sial, sial, sial, siaaaaaaalll." Makian panjang keluar dari bibir tipis Freya. Sepanjang langkahnya keluar dari ruangan Ashraf menuju parkiran, hanya satu kalimat sakti itu yang keluar berulang kali dari mulutnya. Kemarahan karena merasa terhina oleh ucapan Deon yang ingin mengusir dan mengatakannya kurang ajar, semakin membuat wanita itu hilang kendali. Ia berjalan cepat menuju mobil, di dalam pikirannya akan menyusul Ashraf di rumah laki-laki itu. Ia tidak takut jika harus bersaing dengan Livia, wanita kurang gizi yang seperti mayat hidup. "Wah, wah, wah, mantra sakti apa itu yang diucapkan." Tegur bagas, membuat langkah Freya terhenti. Wanita itu menyipitkan matanya, merasa ada yang janggal di hatinya. Bagas datang ke kantor Deon dan Ashraf, mungkin bukan hal yang aneh untuk mereka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN