34. Ulang Tahun Boy

1749 Kata

"Papa! Ta. Uta!" "Apa lagi?" Kusimpan balpoin di atas buku. "Uta, Pa!" jeritnya. Aku meraih spidol di tangannya. "Nih." Lalu kuberikan kembali padanya. Aku kembali melanjutkan mengerjakan tugas kuliah. "Ahahah. Papa, iii, Papa." Aku menoleh ke arahnya. "Ya, Salam. Boy!" pekikku. Anak itu malah tertawa saja di depan cermin. "Sana, cuci muka!" perintahku. "Daaak, daaakk." Dia malah lari ke arah pintu yang terbuka. Karuan saja anak-anak yang sedang bermain di luar pun terbahak-bahak melihatnya. Dapet inisiatif dari mana tuh anak, buat coretin wajahnya. Padahal tadi gue suruh dia nulis di buku. Hadeuh. "Lah, udah, lah. Biarin dia main, tugas gue masih banyak." Akhirnya kulanjutkan menulis di atas buku tugas kuliah. "Itu si Boy kenapa, James?" Tahu-tahu Faris sudah berdiri di amb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN