35. Berkah

1380 Kata

"Nih, botol s**u lo ...." "Lo," ucap Boy mengulang kata itu. Elah, masih aja suka kelupaan. "Eh, botol s**u punya Boy maksudnya. Simpen sana," perintahku lagi. "Doy," ulangnya kali ini. "Iya, Boy." Dia pun berjalan, menyimpan botol di atas meja, di samping toples berisi s**u bubuknya. "Nih, gelas tempat minum Boy. Simpen." "Nih, piring tempat makan Boy. Simpen." "Nih, sendok punya Boy." Selesai mencuci piring, aku membawa ember berisi baju yang sudah aku cuci. Seperti biasa, bocah itu terus mengikuti apa yang aku kerjakan. "Ini, ini. Kaos punya Boy. Itu punya Papa." Kutukar baju di tangannya. "Aju ... Doy." Dia pun menyampirkan kaosnya di bagian paling bawah tali jemuran meski harus berjinjit-jinjit dan melompat-lompat. Hasilnya pun estetik sekali. Miring-miring gimana gitu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN