36. Liburan

1251 Kata

"Ini skripsi lo, James?" "Iya, lah," sahutku bangga. Kuputar laptop, menutupnya kembali. "Hebat lo, James. Lo emang keren. Gue enggak pernah menyangka, punya sahabat sehebat elo. Hiks, hiks." Elah, mulai lagi deh, melow-nya. "Dah, sono. Pulang-pulang. Udah malem ini. Gue mau belajar buat ujian. Lo juga mesti belajar, biar kagak ada mata kuliah yang diulang lagi," ejekku. "Enggak ada kali. Cuma nilainya aja yang pas-pasan," sahut Faris. "Ya udah, gue pulang, ya. Gud bay, James." "Bye." Kutatap kepergiannya bersama motornya itu. Sekarang karena terlalu sering berkunjung ke rumah, aku tidak mengantarnya lagi hingga depan gang. Capek lah, yang ada. "Papa! Bobo, uu. Bobo." Boy menepuk kasur di sebelah kanannya, dengan satu tangan lain menggigit dot. "Iya, bawel." Aku pun segera mengunci

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN