"Papa." "Apa?" Aku yang sedang membuat sebotol s**u hanya menoleh sekilas. "Tata." Tata? Hilih, jadi sebel dengernya. "Papa!" "Iya, bentar ini susunya mau diaduk dulu," jawabku sembari melangkah menghampirinya. "Ini, cepetan bobo. Udah hampir jam delapan, Papa mau bobo juga." Kuberikan botol di tangan padanya yang sudah aku kocok lebih dulu. "Tata, tata, tata," ucap Boy lagi sebelum menggulum p****g dot-nya. "Udah, jangan ngomong tata lagi. Sebel gue sama dia," ucapku. Lalu merebahkan diri di sampingnya. "Kira-kira, dia bakal cerita enggak ya, sama orang-orang di kampus? Tapi 'kan sekarang lagi libur." Aku termenung menatap langit-langit. "Dah, lah. Tidur aja. Besok kudu kerja lagi." Aku pun memiringkan badan menghadap ke arah Boy yang sudah asyik dengan botol di tangannya. *** "

