22. Kerja Tambahan

1401 Kata

Hari libur. Aku sengaja memasak nasi dan sayur bayam untuk sarapanku dan Boy. Karena anak itu sudah bisa makan nasi, jadi aku tidak harus membeli bubur ayam lagi. Sedikit mengurangi pengeluaran. "Ayo, kita makan, Boy!" ajakku pada anak itu. Kuambil piring, mengisinya dengan nasi dan sayur bening. Selama di kampung aku sering melihat Emak memasak, jadi bisa lah masak sayur-sayur yang simpel. "A, buka mulutnya." Kujulurkan sendok ke arahnya. Boy membuka lebar mulutnya, lalu mengunyah makanannya. Sampai beberapa menit kemudian akhirnya dia menggelengkan kepala dan tidak membuka mulutnya lagi. Tinggal lah aku yang makan, menghabiskan sisa nasi yang hanya satu colek. Bukan karena Boy banyak makan, tapi memang aku hanya memasak satu gelas beras. Itu pun entah sisa kapan, karena sudah lama sek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN