23. Kerja Tambahan Lagi

1165 Kata

"Tutu, Pa. Tu." Boy menunjuk ke arah rumah Abah Jambrong. "Mbak Sari-nya enggak ada," ucapku. Aku dan Boy sedang berjalan ke arah gang untuk menuju warungnya Bang Juki. "Ya, ya. Tata." Boy kembali berceloteh. "Iya, enggak ad ... da," sahutku terbata. Ketika melihat Sari muncul dari arah gang. "Tu ... tutu." Sontak saja Boy melepas genggaman tanganku dan berlari ke arah perempuan itu. "Yayaya, yayaya." Kedua tangannya terulur ke atas. "Maaf, Boy. Sari lagi sibuk," tolak Sari. Dia berlalu begitu saja dari hadapan Boy dan melewatiku tanpa berkata apa-apa. Aku menoleh ke arah belakangnya, lalu tersenyum pahit. Jadi selama ini dia mau membantuku mengurus Boy karena suka sama aku. Kupikir dia memang mau melakukannya karena merasa prihatin atas keadaan Boy. Ya, sudah lah. Ini resiko yang ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN