63. Duit Faris

1398 Kata

"Untuk saat ini kami belum membutuhkan karyawan baru, Kak. Mungkin bisa dicoba lain waktu," ucap perempuan itu ramah. "Masa sih, Mbak? Coba cek lagi. Saya jadi office boy juga enggak apa, deh!" bujukku. "Enggak ada, Kak. Semua bagian sudah penuh," tegas perempuan berkerudung hitam itu lagi. Akhirnya aku pasrah, berpamitan saja pada Mbak Resepsionis lalu keluar dari mal itu. Melangkah menapaki area parkiran, sampai akhirnya menyusuri trotoar jalan raya. Terdorong rasa lelah dan haus, aku berhenti di sebuah kios. Mengambil sebotol minuman rasa teh dari kulkas lalu duduk di bangku depan. Udah tiga bulan nganggur. Masa mau gini-gini aja. Kontrakan harus dibayar, perut tetep harus diisi. Beruntung Maudy kemarin kirim uang lagi buat s**u sama jajan Boy, seenggaknya beban gue berkurang jadiny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN