"Lah, kurang ini!" seru Abah Jambrong setelah menghitung uang yang aku berikan. Aku meringis, menggaruk tengkuk leher. "James 'kan lagi nganggur, Bah. Sisanya nanti pasti James bayar kalau udah dapat kerja. Suer!" Aku mengacungkan dua jari. "Lah, elu! Ya udah, deh. Mau gue usir juga kagak tega. Gue catet dulu. Lu punya utang ama gue," tandasnya. Lalu masuk ke dalam rumah. Aku pun bernapas lega, mengusap d**a. Saat berbalik, tampak Sari sedang duduk di atas dipan sendirian sembari memegang ponsel di tangannya, sambil senyum-senyum juga. "Neng Sari, lagi apa?" sapaku. Dia menoleh, menurunkan lengkung bibirnya. "Eh, ini, Bang. Lagi chating sama temen." "Oh." Kuanggukkan kepala. "Kalau gitu Abang pulang dulu, Neng," pamitku. "Iya, Bang. Silahkan." Sari memberikan seulas senyum tipis. A

