61. Kepulangan Maudy

1536 Kata

"Maaf, tidak ada lowongan." "Anda bisa coba di tempat lain." "Maaf, Mas. Belum ada lowongan lagi. Mudah-mudahan bulan depan perusahaan buka lowongan, ya." "Aduh, maaf banget, Mas. Udah numpuk banget ini surat lamaran hari ini. Besok saja, ya." "Perusahaan kami belum membutuhkan karyawan baru." Seperti itulah, jawaban dari beberapa perusahaan yang aku datangi. Sampai akhirnya matahari mulai merangkak ke peraduan, dan kedua kaki ini sudah lelah berjalan. Aku pun memutuskan pulang. Turun dari angkutan umum, aku berjalan menyusuri jalanan menuju kontrakan. Membawa tas ransel di punggung dan kantong plastik di tangan berisi sebungkus nasi. Ya, demi menghemat pengeluaran, aku beli satu bungkus saja. Biar nanti aku makan berdua bersama Boy. Beberapa meter lagi menuju gang. Mataku menyipit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN