"Jamal." Aku terhenyak. "Eh, Mbak Fina. Ada apa?" "Kamu beli s**u buat siapa?" tanya perempuan bertubuh subur itu seraya meraih kotak s**u formula dari tanganku. "Buat anak." "Anak siapa?" "Anak aku." "Lah, umur kamu berapa?" "Dua puluh tahun." "Nikah muda?" tanyanya lagi sambil memasukkan kotak s**u ke dalam kantong plastik. Aku meringis. "Anggap aja gitu lah, Mbak." Dia tertawa sekejap. "Emang sih, ya. Jodoh itu enggak bisa ditebak. Ada yang udah nunggu sampai usia kepala tiga tapi masih tetap sendiri. Ada yang baru usia belasan, dengan mudahnya nikah trus punya anak." Aku tersenyum simpul. Bingung mau berkata apa. Soalnya dengar-dengar dari Mas Tio kalau Mbak Fina ini masih singel di usianya yang hampir menginjak tiga puluh satu tahun. Akhirnya aku mengeluarkan uang dari do

