"Duluan, Mal," pamit Mas Tio seraya menepuk pundakku. "Ya, Mas," sahutku. Aku melanjutkan menutup resleting tas, kemudian memakai jaket yang sudah aku keluarkan tadi. Tanpa menunda waktu segera keluar dari supermarket. "Kak James!" Aku yang baru selanglah di depan pintu, tercengang seketika. "Yunita? Ngapain di sini malem-malem? Ini udah jam delapan lebih, lho!" ucapku setelah dia berdiri di depanku. "Aku 'kan udah bilang, aku mau nungguin Kakak," jawabnya tak acuh. "Bukannya mau nunggu di kafe? Kamu enggak bilang mau datang ke sini, kok." "Ya, antisipasi. Takutnya Kakak enggak dateng," ujarnya lagi. Astaga! Baru kali ini gue ketemu cewek se-nekad ini. "Ayo, masuk ke mobil," ajaknya. "Tapi ini udah malem--" "Tuh, 'kan. Udah nolak aja. Coba kalau aku enggak ke sini, Kak James pas

