Kenapa saya harus takut kehilangan, padahal kamu menggenggam saya begitu erat. Kenapa saya harus takut terluka, padahal usahamu jelas untuk membuat saya tertawa. Kenapa saya harus takut kesepian, padahal kamu selalu punya cara untuk membuat saya tertawa dan bercengkerama dengan keramaian. Tapi saya tetap takut. Takut jika semuanya hanya kebahagiaan semu. —Menatap matahari terbenam, dalam genggaman hangatmu. NADINE'S POV Baiklah. Tebak aku berada dimana, dengan siapa, dan sedang apa? Jawabannya, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, bersama Razza, dan baru saja mendengarkan cerita masa lalunya. Semuanya berlalu begitu saja. Beberapa jam lalu, aku masih berada di Jakarta dan sedang menunggu pesanan makanan sambil mengobrol ringan bersama Aldric dan Aqila. Tapi setelah itu, kedatangan Razza bena

