B A B 30

2361 Kata

"Hai, pelajaran tambahan! Hai, kantin agit! Hai, junior-junior baru! Hai, Aqila..."  —Tertanda, anak kelas dua belas. NADINE'S POV Aku membuka pintu rumah dan langsung disambut oleh wajah Aqila. Dia menatapku cemas dan segera menyerangku dengan kalimatnya. Oh ayolah, ini bukan tengah malam melainkan sore hari. "Dari mana aja sih lo, Kak? Mama rusuh banget ke gue suruh ngubungin lo. Besok udah mulai sekolah, takut lo kenapa-napa." Aku menghela napas panjang lalu duduk di sofa panjang sambil mengambil kue kering yang terdapat di meja. "Gue cuma keluar sebentar doang, lagian juga bareng Razza." "Ha?" Aku menatap Aqila, kenapa dia terlihat sangat kaget? "Iya bareng Razza, dia abis ngenalin gue ke almarhumah nyokapnya." Aku tersenyum tipis mengingat peristiwa tadi. "Lo perempuan pertama.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN