Badai yang Belum Usai

1431 Kata

Di sudut kota, Marko, dengan julukan "Si Kalajengking" yang mengerikan, sudah mulai bergerak. Ponsel rahasianya berdering, menerima koordinat dan informasi penting dari Elson. Senyum tipisnya merayap di wajah yang keras, matanya yang dingin memancarkan kilatan antisipasi. Sebuah rumah sakit, tempat yang seharusnya menjadi benteng kehidupan, akan segera berubah menjadi panggung kematian di bawah tangannya. Ia mengumpulkan tim kecilnya, tiga pria berwajah datar dengan mata yang sama-sama kosong. Mereka bukan preman jalanan biasa, melainkan para hantu yang bergerak tanpa jejak, terlatih untuk melenyapkan target tanpa meninggalkan bukti. Marko membagikan instruksi dengan suara rendah, gestur tangannya presisi, seperti seorang ahli bedah yang sedang merencanakan operasi rumit. "Kita masuk s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN